Dari hasil penelitian badan keselamatan Amerika Serikat beberapa tahun ini, tertera angka kecelakaan fatal pada pengemudi berusia muda jauh di atas rata-rata daripada mereka yang sudah dewasa. Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak ke dewasa.
Pada fase ini, emosinya cenderung meledak-ledak dan diselimuti ego tinggi, sehing ga terkadang dapat memicu terjadinya kecerobohan dalam mengemudi. Misalnya, memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, bermanuver agresif atau salah perhitungan. Refleks remaja memang cepat, namun karena seringnya berada di situasi bahaya membuat angka kecelakaannya juga tinggi.
Salah satu faktor terpenting untuk mengurangi tingkat kecelakaan di jalan raya adalah dengan adanya penerapan aturan tegas dan disiplin dari orang tua. Remaja yang memiliki orang tua yang memberikan dukungan, aturan serta pengawasan, akan selalu membiasakan diri mengenakan sabuk pengaman dua kali lebih sering ketimbang mereka dengan orang tua yang tidak memperhatikan anaknya. Mereka juga cenderung mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan normal, 50 persen lebih rendah daripada mereka yang memiliki orang tua tidak terlibat.
Selain gaya pengasuhan, mudahnya akses remaja untuk mengendarai kendaraan juga berpengaruh dalam perilaku mengemudi. Remaja yang mendapat akses berkendara, cenderung menggunakan ponsel ketika mengemudi, berkendara dengan kecepatan tinggi, dan mengalami kecelakaan mobil dua kali lipat dibanding remaja yang harus meminta ijin terlebih dahulu untuk menggunakan kendaraannya. Mengapa hasilnya berbeda? Ini bisa terjadi karena mereka kurang mempunyai rasa tanggung jawab karena kehilangan pengawasan.
Dalam membimbing pengemudi remaja, orang tua lebih baik mengontrol kunci mobil, paling tidak hingga setahun setelah anak mendapat lisensi berkendara. Menyertakan beberapa aturan baku yang harus ditaati juga turut mempengaruhi psikologi remaja dalam berkendara, misalnya: mengenakan sabuk pengaman, mengemudi dengan kecepatan normal, tidak menyetir dalam kondisi kelelahan/mengantuk, tidak menggunakan ponsel atau SMS ketika mengemudi, dll.
Dapat disimpulkan bahwa peran orang tua sangat berpengaruh besar. Ketika orang tua tetap terlibat dan tetap memantau dengan dukungan keamanan, dan bukan tekanan serta kontrol yang ketat, maka akan dapat mengarahkan pengemudi remaja berperilaku baik saat menyetir dan membuat mereka aman berkendara.
(Diambil dari berbagai sumber)